Twitter response:

Category: Uncategorized

Hote Matsuri
Hote Matsuri

「帆手祭」について聞いたことがありますか。

Jepang merupakan salah satu negara yang kerap mengadakan festival, baik secara nasional maupun secara lokal. Ada sebuah festival lokal yang diadakan setiap tanggal 10 Maret. Festival apakah itu?
Festival ini disebut “Hote Matsuri”. Festival ini diadakan di kota Shiogama, Prefektur Miyagi, bagian utara Pulau Honshu. Meskipun tidak begitu besar, Festival Hote ini telah diadakan sejak sekitar 300 tahun lalu. Atraksi utama dari Hote Matsuri ialah aremikoshi, perarakan mikoshi (kuil Shinto kecil yang dapat dipanggul) seberat satu ton oleh enam belas pria muda yang mengenakan pakaian putih. Iya, satu ton! Menariknya lagi, mikoshi yang diarak ini merupakan mikoshi yang sama sejak Hote Matsuri ini diadakan ratusan tahun lalu.
Aremikoshi yang diadakan pada Hote Matsuri berbeda dari perarakan mikoshi yang sering diadakan saat musim panas. Perarakan dilakukan dengan cara menuruni tangga batu yang curam di Kuil Shiogama. Tangga batu ini terdiri dari 202 anak tangga. Para pria pemanggul mikoshi harus bekerja sama dan berhati-hati karena salah langkah sedikit saja akan menimbulkan bahaya bagi rekan-rekannya yang lain.
Tangga batu ini disebut Omotezaka sementara Aremikoshi dapat disaksian dua kali, yaitu pada pukul 11.30 ketika mikoshi diarak menuruni tangga, serta pada pukul 20.00 ketika mikoshi diarak menaiki tangga kembali ke kuil.
Konon, Hote Matsuri ini diadakan sebagai bentuk doa kepada para dewa agar kota Shiogama terhindar dari bencana dan niat jahat, terutama yang berhubungan dengan api. Hote Matsuri ini awalnya juga diadakan pasca terjadinya kebakaran besar di kota Shiogama pada tahun 1682.

Hina Matsuri
Hina Matsuri

Tahukah kalian, pada tanggal cantik hari ini, tanggal 3 bulan 3, ada perayaan apakah di Jepang?
.
.
.
Perayaan Hina-matsuri!
Hina-matsuri (雛祭り) atau disebut juga Festival Boneka, ialah perayaan khusus untuk anak perempuan di Jepang yang dirayakan pada tanggal 3 Maret. Pada awalnya, Hina-matsuri dirayakan setiap tanggal 3 bulan 3 menurut penanggalan lama, namun sejak Jepang menerapkan sistem kalender Gregorian, diputuskan Hina-matsuri dirayakan setiap tanggal 3 Maret.
Hina-matsuri disebut juga Momo no Sekku (桃の節句) atau Festival Persik, karena pada zaman dahulu, pohon persik mulai berbunga pada masa perayaan ini.
Apa sih tujuan dilakukannya Hina-matsuri?
Pada awalnya Hina-matsuri merupakan salah satu ritual penyucian diri dari hal-hal buruk, sekaligus ritual pencegahan bencana dengan memindahkan bencana tadi dari anak perempuan ke boneka. Kini Hina-matsuri diadakan sebagai bentuk doa dan harapan dari keluarga agar anak perempuan mereka dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari hal-hal buruk.
Nah, sesuai namanya, selama Hina-matsuri, keluarga beranak perempuan di Jepang kerap memasang satu set boneka yang mengenakan pakaian tradisional dari Periode Heian. Karena boneka ini mahal, biasanya boneka yang dipajak ialah boneka turun-menurun yang diwariskan dari ibu ke anak perempuan. Satu set boneka Hina terdiri dari Odairi-sama (Kaisar) dan Ohina-sama (Putri), dua boneka menteri, lima boneka musisi, 3 boneka dayang, serta miniatur bunga, peralatan minum teh, dan lain sebagainya. Namun dengan alasan tidak adanya ruangan, ada pula keluarga yang kini hanya memajang boneka Odairi-sama dan Ohina-sama saja.
Apa yang dilakukan selama Hina-matsuri? Biasanya perayaan ini hanya diikuti oleh perempuan saja. Pada saat Hina-matsuri, tentunya ada makanan-makanan khas yang disantap. Antara lain chirashizushi (nasi cuka yang disajikan dengan irisan telur, daging salmon mentah, udang, dan lain-lain di atasnya), hishi mochi (kue beras bewarna-warni), hina-arare (kue beras berbentuk bola-bola kecil), ushiojiru (sup bening dengan kerang), serta amazake (minuman fermentasi dari beras).
Mempersiapkan pajangan boneka Hina biasanya memakan waktu beberapa hari sebelum perayaan berlangsung, namun setelah Hina-matsuri berakhir, boneka harus segera dibereskan. Menurut kepercayaan orang Jepang, terlambat menyimpan kembali boneka hina akan membuat si anak perempuan terlambat menikah. 😮
Namun jika dipikrkan kembali secara logis, setelah Hina-matsuri, Jepang biasanya akan dilanda cuaca lembab dan badai selama beberapa hari sehingga boneka Hina harus segera disimpan agar tidak rusak dan dapat dipajang kembali pada tahun berikutnya. 😁
Waah, menarik ya!

Wikipedia Nihongo-Ban
Wikipedia Nihongo-Ban

Di era internet masa kini, siapa sih yang tidak pernah buka Wikipedia?
Situs ensiklopedia gratis ini kerap kita jadikan rujukan pertama ketika mencari informasi akan suatu hal.
Namun apakah kalian pernah membuka Wikipedia versi Bahasa Jepang?

Wikipedia dalam bahasa Jepang disebut juga ‘Wikipedia Nihongo-ban’ (ウィキペディア日本語版). Pertama kali diluncurkan pada bulan Maret tahun 2001, Wikipedia Bahasa Jepang merupakan salah satu wikipedia nonbahasa Inggris perdana.
Pada awal peluncurannya, artikel ditulis dengan huruf romaji karena pada saat itu, software belum mendukung penulisan dengan huruf kanji. Para kontributor awal juga sempat berusaha membuat tulisan secara vertikal. Hingga Desember 2001, hanya dua artikel yang berhasil dipublikasikan.
Wikipedia Nihongo-ban akhirnya menjadi berkembang setelah diliput oleh majalah online Wired News pada tanggal 31 Januari 2003. Liputan tersebut membangkitkan proyek penerjemahan artikel dari Bahasa Inggris menjadi bahasa Jepang. Dalam waktu satu bulan saja, jumlah artikel meningkat pesar hingga seribu artikel. Pada bulan Juli 2003, jumlah artikel dalam Wikipedia Nihongo-ban telah mencapai angka 10.000. Perkembangan ini jauh lebih pesat dibandingkan perkembangan WIkipedia Bahasa Inggris. Salah satu penyebabnya diduga karena Yahoo News kerap memasukkan rujukan pada Wikipedia Nihongo-ban sebagai referensi istilah-istilah khusus.
Satu hal menarik dari Wikipedia Nihongo-ban ialah larangan untuk mempublikasikan artikel mengenai warga sipil, kecuali warga sipil tersebut merupakan tokoh publik. Misalnya, kita bisa mempublikasikan artikel mengenai Abe Shinzo karena beliau merupakan tokoh publik (Perdana Menteri Jepang), namun kita tidak boleh mempublikasikan artikel mengenai pelaku tindak kriminal karena pelaku tetap dianggap sebagai warga sipil, meskipun media massa telah mempublikasikan namanya secara luas. Kita baru boleh mempublikasikan namanya setelah orang yang bersangkutan meninggal.
Tampaknya hal ini menarik sebagai bahan penelitian ya 🤔

Nah, ingin bisa membaca dan menulis bahasa Jepang juga?
Silakan bergabung dalam kelas Bahasa Jepang Risshikan!
Sedang ada promo diskon juga lho!

Kanji no Hi
Kanji no Hi

今日は「漢字の日」ですよ!

Selamat malam semuanya!
Apakah kalian tahu bahwa 12 Desember diperingati sebagai “Hari Kanji” (Kanji no Hi)?

Peringatan ini dimulai pada tahun 1995 oleh Nihon Kanji Nouryoku Kenteikai (日本漢字能力検定会), sejenis asosiasi penguji kompetensi kemampuan kanji Jepang. Setiap tahun, mereka mengadakan jajak pendapat melalui balot mengenai kanji yang dianggap paling mewakili kejadian-kejadian dalam tahun tersebut. Hasil jajak pendapat akan diumumkan pada tanggal 12 Desember, lalu kanji tersebut akan ditulis pada sebuah kertas besar dan dipamerkan di Kuil Kiyomizu, Kyoto.

Pada tahun 2017 ini, kanji yang terpilih ialah kanji 「北」yang berarti ‘utara’. Kanji ini dianggap merepresentasikan tahun 2017 yang diisi dengan berbagai hal yang berhubungan dengan utara. Antara lain peluncuran misil oleh Korea Utara, Badai Tropis Nanmadol yang menerpa bagian utara Kyushu, serta kegagalan panen kentang dari Hokkaido (bagian terutara dari Jepang).

Kira-kira, kanji apa yang akan mewakili tahun 2018 ya?
Menurut Mina-san, kanji apa yang paling mewakili tahun 2017 dari Indonesia?

Bunka no Hi
Bunka no Hi

皆さん、こんばんは!
今日は何の日か知っていますか。

「文化の日」ですよ!
Sejak tahun 1946, tanggal 3 November diperingati sebagai “Bunka no Hi” atau ‘Hari Kebudayaan’.
Bunka no Hi diperingati sebagai hari untuk menghargai kebebasan dan perdamaian, serta untuk memajukan kebudayaan itu sendiri.

Pada saat Bunka no Hi, sesuai dengan namanya, orang Jepang melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan pada hari tersebut. Misalnya sekolah-sekolah mengadakan acara Festival Kebudayaan (文化祭)yang disebut ‘Bunkasai’, museum menggratiskan biaya masuk, dan lain sebagainya. Hakone di Prefektur Kanagawa juga mengadakan Hakone Daimyou Gyouretsu (箱根大名行列), yaitu semacam pameran pakaian dari Periode Edo.

Bagaimana menurut Kalian jika kita di Indonesia juga melakukan perayaan serupa?
どう思いますか😊

Takahashi Rumiko
Takahashi Rumiko

皆さん、こんばんは!
Hari ini ada seorang mangaka terkenal dari Jepang yang berulang tahun, lho!
誰でしょうか~
Beliau ialah Takahashi Rumiko-sensei!
Takahashi Rumiko (高橋留美子) merupakan salah seorang mangaka senior yang telah berkarir sejak tahun 1978. Karya debutnya saat itu berjudul Urusei Yatsura. Di Indonesia, nama Takahashi Rumiko mulai dikenal dari karyanya yang sempat ditayangkan di layar kaca Indonesia, yaitu Ranma ½ (らんま1/2) dan Inuyasha (犬夜叉). Manga-nya pun telah diterbitkan secara resmi di Indonesia.
Apakah kalian pernah membaca atau menonton dua judul di atas tadi?
Takahashi-sensei lahir di Niigata pada tanggal 10 Oktober 1957. Meskipun pada awalnya tidak begitu berminat akan dunia manga, Takahashi-sensei telah memiliki kebiasaan menggambar sederhana di waktu luang. Kemudian Takahashi-sensei mempelajari manga secara serius di sekolah manga Gekiga Sonjuku dan akhirnya memulai debut dengan karya Urusei Yatsura. Karir awalnya berjalan tidak begitu mulus karena Takahashi-sensei kesulitan untuk memenuhi tenggat waktu pengumpulan karya. Namun berkat kerja kerasnya, akhirnya Takahashi-sensei berhasil merampungkan karya dan menjadi salah satu mangaka legendaris Jepang yang terkenal hingga kini, tidak kalah dari mangaka-mangaka baru.
Karya terbaru Takahashi Rumiko-sensei berjudul Kyoukai no Rinne (境界のRINNE).
先生、お誕生日おめでとうございます!
Nah, Mina-san, bagaimana persiapan JLPT N3 kalian?
Jangan lupa, Risshikan ada program persiapan JLPT N3, lho!
Jangan lewatkan kesempatan ini, ya!

Igo
Igo

皆さん、こんばんは!

Tahukah kalian akan permainan “igo”?
Permainan klasik ini pada awalnya diciptakan di Cina sekitar 2.500 tahun lalu dan kini telah tersebar ke negara-negara lain, termasuk Jepang.
Dalam bahasa Cina, permainan ini disebut wéiqí (圍棋), sementara dalam bahasa Jepang disebut ‘igo’ dengan kanji 囲碁 yang dapat diartikan “permainan mengurung”.
Sebenarnya apa sih permainan igo itu?

Secara sederhana, permainan igo ialah permainan menggunakan papan dan bidak berwarna hitam dan putih. Pemain saling bersaing untuk memperluas wilayah masing-masing di atas kotak dengan cara mengurung atau mengunci posisi bidak lawan. Berbeda dengan catur, bidak yang telah diletakkan di atas papan tidak boleh dipindah, kecuali jika bidak itu terkurung oleh bidak lain, maka bidak tersebut harus dikeluarkan dari atas bidang permainan.
Sebenarnya jika dibandingkan dengan catur, permainan igo memiliki peraturan yang relatif lebih sederhana, namun kabarnya jumlah variasi permainan igo sangat banyak, lebih banyak daripada jumlah atom-atom yang ada di dunia ini.
Walaupun disebut permainan, igo kini menjadi bidang profesional yang serius. Kompetisi igo bergengsi di Jepang, Honinbo (本因坊) yang disponsori oleh Mainichi Shinbun, menyediakan uang hadiah sebanyak 42 juta yen.
Jika kita mengunjungi klub atau komunitas permainan igo di Jepang, kebanyakan anggotanya didominasi oleh lansia. Namun kini para generasi muda mulai diajak dan tertarik untuk memainkan permainan klasik ini.
Permainan igo tidak hanya dimainkan di Jepang saja, di Indonesia pun permainan ini juga cukup populer di kalangan penggemar Jepang, terutama berkat terbitnya manga Hikaru no Go (ヒカルの碁)di Indonesia sementara versi anime-nya sempat ditayangkan di televisi lokal.
Inti dari permainan go ialah strategi mengurung lawan. Permainan ini tidak akan berakhir, kecuali salah satu pihak mengaku kalah, atau kedua belah pihak sama-sama mengakui bahwa permainan tidak dapat dilanjutkan. Menariknya, dalam turnamen igo, tidak ada skor seri.

Nah, apakah kalian tertarik untuk memainkan permainan ini?
Rupanya budaya Jepang tidak hanya anime dan manga saja ya!
Ingin tahu lebih banyak mengenai bahasa dan budaya Jepang?
Di Risshikan tempatnya! Kalian bisa belajar tidak hanya bahasanya saja, tetapi juga kebudayaan Jepang.
Ditambah lagi, jangan lupa ya! Tanggal 10 September 2017 nanti Risshikan akan mengadakan Try Out JLPT N3, yang perdana di Surabaya!
Pendaftarannya sudah dibuka, lho! Bahkan kalian bisa mendaftar secara online di risshikan.co.id/TON3
Jangan sampai kehabisan tempat ya! ;)Segera kemari ya!

Doyou no Ushi no Hi
Doyou no Ushi no Hi

皆さん、こんばんは!

Jepang yang merupakan negara empat musim saat ini tengah memasuki puncak musim panas. Konon disebut juga “Doyou no Ushi no Hi”(土用の丑の日). Pada tahun 2017, puncak musim panas diperhitungkan jatuh pada tanggal 25 Juli 2017 hingga 6 Agustus 2017.
Sejak era Edo, orang Jepang memiliki kebiasaan untuk memakan unagi
(うなぎ),semacam ikan sidat, untuk melawan hawa panas.
Selain karena unagi memiliki kandungan vitamin B yang baik untuk mengatasi kelelahan dan hilangnya nafsu makan, orang Jepang pada zaman dahulu percaya bahwa pada hari yang panas, sebaiknya memakan makanan yang diawali dengan huruf u, salah satunya ialah unagi. Konon seorang penjual masakan unagi memajang tulisan unagi dengan gambar ikan sidat menyerupai huruf ‘u’ sehingga dagangannya menjadi sangat laris.
Jika kalian ke Jepang saat musim panas, jangan lupa mencoba makan unagi ya 🙂

Nah, bagi kalian yang berniat mengejar beasiswa ataupun mencari kerja ke Jepang, bagi kalian yang terganjal kemampuan bahasa Jepang, Risshikan akan mengadakan Try Out JLPT N3 pada tanggal 10 September 2017 nanti. Jangan lewatkan acara ini ya! 😉

Tsuyu
Tsuyu

皆さん、こんばんは!

Saat ini, Indonesia telah menyongsong hari-hari kering nan terik musim kemarau, setelah beberapa waktu lalu kita sempat merasakan sisa-sisa rintik-rintik hujan.
Jepang saat ini pun juga tengah memasuk musim panas. Dalam bahasa Jepang, musim panas disebut ‘Natsu’(夏).
Di Indonesia, kita mengenal musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya. Di Jepang, peralihan dari musim semi ke musim panas, serta musim panas ke musim gugur, ditandai dengan turunnya hujan selama beberapa hari. Masa peralihan ini disebut juga ‘tsuyu’(梅雨).
Tsuyu biasanya diawali dari selatan (Okinawa), bergerak menuju bagian utara Jepang. Namun, daerah Hokkaido biasanya tidak terpengaruh oleh tsuyu ini.
Tsuyu yang terjadi di antara musim semi dan musim panas ini ada kalanya disebut ‘Samidare’ (五月雨)yang berarti ‘Hujan di Bulan Kelima’, karena menurut penanggalan kalender kuno Jepang, tsuyu berlangsung di bulan kelima. Di sisi lain, tsuyu yang terjadi antara musim panas dan musim gugur disebut juga Sazanka Tsuyu(山茶花梅雨), yaitu ‘hujan yang turun ke atas bunga camelia, yang pada saat itu juga sedang mekar.
Menuju peralihan musim panas, tsuyu datang membawa hawa panas lembab yang tidak begitu disukai oleh orang Jepang. Masa kala tsuyu datang juga merupakan masa penurunan kedatangan turis. Namun di sisi lain, terdapat beberapa pemandangan ikonik Jepang yang terjadi kala tsuyu.
Misalnya pemandangan bunga hortensia (アジサイ/紫陽花 ‘ajisai’)yang mekar penuh dengan dihiasi titik-titik air hujan.
Tsuyu juga terkadang menjadi latar pengambilan waktu dalam media-media Jepang. Misalnya dalam anime Kotonoha no Niwa(言の葉の庭) karya Shinkai Makoto.
Kira-kira begitulah musim pancaroba di Jepang. Walaupun tsuyu ini hanya berlangsung singkat, namun keberadaannya tetap penting dalam kehidupan orang Jepang, terutama bagi orang Jepang yang sangat menghargai pergantian musim.

Jangan lupa juga ya, sebentar lagi Risshikan akan kembali mengadakan try out JLPT. Kali ini, Risshikan akan mengadakan try out khusus untuk level N3! Nantikan informasi lebih lanjut dari kami ya 😉

Tanabata
Tanabata

皆さん、こんにちは!

Jika kalian melihat tanggal hari ini, hari ini merupakan tanggal cantik, tanggal 7 di bulan 7. Apakah kalian pernah mendengar, bahwa pada tanggal 7 bulan 7, di Jepang terdapat sebuah perayaan terkenal? Perayaan itu disebut dengan “Tanabata”. Tanabata ditulis dengan menggunakan kanji 七夕 yang secara harfiah dapat diartikan “malam ketujuh”. Perayaan ini awalnya berasal dari Festival Qixi di Cina.
Ada sebuah mitos terkenal di balik perayaan Tanabata ini. Simak cerita berikut ya 😉
Alkisah, ada sepasang manusia yang saling mencintai, yaitu Orihima dan Hikoboshi. Orihime(織姫) ialah putri dari Tentei, yang memilik kemampuan menenun kain indah yang sangat disukai oleh para dewa. Ia tinggal di tepi Amanogawa (天の川’Sungai Langit’). Orihime berusaha keras setiap hari untuk menenun, tetapi ia sedih kesibukannya menyebabkan ia tidak bisa bertemu orang lain dan jatuh cinta. Ayahnya, Tentei (Kaisar Langit) kemudian mempertemukan Orihime dengan penggembala sapi milik dewa bernama Hikoboshi(彦星)yang tinggal di seberang Amanogawa. Keduanya jatuh cinta hingga kemudian menikah. Namun setelahnya, keduanya justru melupakan tanggung jawab masing-masing. Orihime tidak lagi menenun kain, sementara sapi-sapi Hikoboshi berkeliaran. Hal ini menyebabkan para dewa menjadi marah lalu memisahkan keduanya.
Orihime berusaha membujuk ayahnya. Tentei yang tersentuh oleh air mata Orihime lalu akhirnya mengizinkan keduanya untuk bertemu pada hari ketujuh bulan ketujuh, dengan syarat keduanya harus menuntaskan pekerjaan masing-masing. Dari mitos tersebut, salah satu pelajaran yang bisa kita ambil ialah kita tidak boleh menelantarkan tanggung jawab.
Pada hari Tanabata, orang Jepang kerap memasang dekorasi yang terdiri dari pohon bambu dengan hiasan kertas berwarna-warni berisi puisi pendek (Tanzaku), namun kini lebih banyak diisi permohonan.
Karena tanggal pelaksanaan Tanabata dihitung berdasarkan kalender kuno, tanggal pelaksanaan Tanabata saat ini berubah-ubah. Ada yang merayakan pada tanggal 7 Juli, ada pula yang merayakan tanggal 7 Agustus. Jika dihitung ke dalam kalender Gregorian, maka Festival Tanabata pada tahun 2017 akan jatuh pada tanggal 28 Agusuts 2017. Kota Sendai di Prefektur Tohoku merupakan salah satu kota yang merayakan Tanabata secara besar-besaran. Bahkan Perayaan Tanabata di Sendai telah dimulai sejak Era Sengoku, era di mana Date Masamune berkuasa.
Berdasarkan pemetaan rasi bintang, Orihime merujuk pada bintang Vega, sementara Hikoboshi merujuk pada bintang Altair.

Nah, selagi ada waktu, apakah kalian juga ingin memajang pohon bambu bertuliskan puisi ataupun permohonan pribadi?
Pasti salah satu keinginan kalian ialah menguasai bahasa Jepang dan pergi ke sana , bukan?
Tidak perlu menunggu seperti Orihime dan Hikoboshi, kalian bisa belajar bahasa Jepang dengan menyenangkan di Risshikan!
Jangan lewatkan juga promo diskon 30% untuk periode pertama, ya

Courtesy: https://matcha-jp.com/tw/428
http://www.sendaitanabata.com/