Twitter response:

Artikel

Igo
Igo

皆さん、こんばんは!

Tahukah kalian akan permainan “igo”?
Permainan klasik ini pada awalnya diciptakan di Cina sekitar 2.500 tahun lalu dan kini telah tersebar ke negara-negara lain, termasuk Jepang.
Dalam bahasa Cina, permainan ini disebut wéiqí (圍棋), sementara dalam bahasa Jepang disebut ‘igo’ dengan kanji 囲碁 yang dapat diartikan “permainan mengurung”.
Sebenarnya apa sih permainan igo itu?

Secara sederhana, permainan igo ialah permainan menggunakan papan dan bidak berwarna hitam dan putih. Pemain saling bersaing untuk memperluas wilayah masing-masing di atas kotak dengan cara mengurung atau mengunci posisi bidak lawan. Berbeda dengan catur, bidak yang telah diletakkan di atas papan tidak boleh dipindah, kecuali jika bidak itu terkurung oleh bidak lain, maka bidak tersebut harus dikeluarkan dari atas bidang permainan.
Sebenarnya jika dibandingkan dengan catur, permainan igo memiliki peraturan yang relatif lebih sederhana, namun kabarnya jumlah variasi permainan igo sangat banyak, lebih banyak daripada jumlah atom-atom yang ada di dunia ini.
Walaupun disebut permainan, igo kini menjadi bidang profesional yang serius. Kompetisi igo bergengsi di Jepang, Honinbo (本因坊) yang disponsori oleh Mainichi Shinbun, menyediakan uang hadiah sebanyak 42 juta yen.
Jika kita mengunjungi klub atau komunitas permainan igo di Jepang, kebanyakan anggotanya didominasi oleh lansia. Namun kini para generasi muda mulai diajak dan tertarik untuk memainkan permainan klasik ini.
Permainan igo tidak hanya dimainkan di Jepang saja, di Indonesia pun permainan ini juga cukup populer di kalangan penggemar Jepang, terutama berkat terbitnya manga Hikaru no Go (ヒカルの碁)di Indonesia sementara versi anime-nya sempat ditayangkan di televisi lokal.
Inti dari permainan go ialah strategi mengurung lawan. Permainan ini tidak akan berakhir, kecuali salah satu pihak mengaku kalah, atau kedua belah pihak sama-sama mengakui bahwa permainan tidak dapat dilanjutkan. Menariknya, dalam turnamen igo, tidak ada skor seri.

Nah, apakah kalian tertarik untuk memainkan permainan ini?
Rupanya budaya Jepang tidak hanya anime dan manga saja ya!
Ingin tahu lebih banyak mengenai bahasa dan budaya Jepang?
Di Risshikan tempatnya! Kalian bisa belajar tidak hanya bahasanya saja, tetapi juga kebudayaan Jepang.
Ditambah lagi, jangan lupa ya! Tanggal 10 September 2017 nanti Risshikan akan mengadakan Try Out JLPT N3, yang perdana di Surabaya!
Pendaftarannya sudah dibuka, lho! Bahkan kalian bisa mendaftar secara online di risshikan.co.id/TON3
Jangan sampai kehabisan tempat ya! ;)Segera kemari ya!

Doyou no Ushi no Hi
Doyou no Ushi no Hi

皆さん、こんばんは!

Jepang yang merupakan negara empat musim saat ini tengah memasuki puncak musim panas. Konon disebut juga “Doyou no Ushi no Hi”(土用の丑の日). Pada tahun 2017, puncak musim panas diperhitungkan jatuh pada tanggal 25 Juli 2017 hingga 6 Agustus 2017.
Sejak era Edo, orang Jepang memiliki kebiasaan untuk memakan unagi
(うなぎ),semacam ikan sidat, untuk melawan hawa panas.
Selain karena unagi memiliki kandungan vitamin B yang baik untuk mengatasi kelelahan dan hilangnya nafsu makan, orang Jepang pada zaman dahulu percaya bahwa pada hari yang panas, sebaiknya memakan makanan yang diawali dengan huruf u, salah satunya ialah unagi. Konon seorang penjual masakan unagi memajang tulisan unagi dengan gambar ikan sidat menyerupai huruf ‘u’ sehingga dagangannya menjadi sangat laris.
Jika kalian ke Jepang saat musim panas, jangan lupa mencoba makan unagi ya 🙂

Nah, bagi kalian yang berniat mengejar beasiswa ataupun mencari kerja ke Jepang, bagi kalian yang terganjal kemampuan bahasa Jepang, Risshikan akan mengadakan Try Out JLPT N3 pada tanggal 10 September 2017 nanti. Jangan lewatkan acara ini ya! 😉

Tsuyu
Tsuyu

皆さん、こんばんは!

Saat ini, Indonesia telah menyongsong hari-hari kering nan terik musim kemarau, setelah beberapa waktu lalu kita sempat merasakan sisa-sisa rintik-rintik hujan.
Jepang saat ini pun juga tengah memasuk musim panas. Dalam bahasa Jepang, musim panas disebut ‘Natsu’(夏).
Di Indonesia, kita mengenal musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya. Di Jepang, peralihan dari musim semi ke musim panas, serta musim panas ke musim gugur, ditandai dengan turunnya hujan selama beberapa hari. Masa peralihan ini disebut juga ‘tsuyu’(梅雨).
Tsuyu biasanya diawali dari selatan (Okinawa), bergerak menuju bagian utara Jepang. Namun, daerah Hokkaido biasanya tidak terpengaruh oleh tsuyu ini.
Tsuyu yang terjadi di antara musim semi dan musim panas ini ada kalanya disebut ‘Samidare’ (五月雨)yang berarti ‘Hujan di Bulan Kelima’, karena menurut penanggalan kalender kuno Jepang, tsuyu berlangsung di bulan kelima. Di sisi lain, tsuyu yang terjadi antara musim panas dan musim gugur disebut juga Sazanka Tsuyu(山茶花梅雨), yaitu ‘hujan yang turun ke atas bunga camelia, yang pada saat itu juga sedang mekar.
Menuju peralihan musim panas, tsuyu datang membawa hawa panas lembab yang tidak begitu disukai oleh orang Jepang. Masa kala tsuyu datang juga merupakan masa penurunan kedatangan turis. Namun di sisi lain, terdapat beberapa pemandangan ikonik Jepang yang terjadi kala tsuyu.
Misalnya pemandangan bunga hortensia (アジサイ/紫陽花 ‘ajisai’)yang mekar penuh dengan dihiasi titik-titik air hujan.
Tsuyu juga terkadang menjadi latar pengambilan waktu dalam media-media Jepang. Misalnya dalam anime Kotonoha no Niwa(言の葉の庭) karya Shinkai Makoto.
Kira-kira begitulah musim pancaroba di Jepang. Walaupun tsuyu ini hanya berlangsung singkat, namun keberadaannya tetap penting dalam kehidupan orang Jepang, terutama bagi orang Jepang yang sangat menghargai pergantian musim.

Jangan lupa juga ya, sebentar lagi Risshikan akan kembali mengadakan try out JLPT. Kali ini, Risshikan akan mengadakan try out khusus untuk level N3! Nantikan informasi lebih lanjut dari kami ya 😉

Tanabata
Tanabata

皆さん、こんにちは!

Jika kalian melihat tanggal hari ini, hari ini merupakan tanggal cantik, tanggal 7 di bulan 7. Apakah kalian pernah mendengar, bahwa pada tanggal 7 bulan 7, di Jepang terdapat sebuah perayaan terkenal? Perayaan itu disebut dengan “Tanabata”. Tanabata ditulis dengan menggunakan kanji 七夕 yang secara harfiah dapat diartikan “malam ketujuh”. Perayaan ini awalnya berasal dari Festival Qixi di Cina.
Ada sebuah mitos terkenal di balik perayaan Tanabata ini. Simak cerita berikut ya 😉
Alkisah, ada sepasang manusia yang saling mencintai, yaitu Orihima dan Hikoboshi. Orihime(織姫) ialah putri dari Tentei, yang memilik kemampuan menenun kain indah yang sangat disukai oleh para dewa. Ia tinggal di tepi Amanogawa (天の川’Sungai Langit’). Orihime berusaha keras setiap hari untuk menenun, tetapi ia sedih kesibukannya menyebabkan ia tidak bisa bertemu orang lain dan jatuh cinta. Ayahnya, Tentei (Kaisar Langit) kemudian mempertemukan Orihime dengan penggembala sapi milik dewa bernama Hikoboshi(彦星)yang tinggal di seberang Amanogawa. Keduanya jatuh cinta hingga kemudian menikah. Namun setelahnya, keduanya justru melupakan tanggung jawab masing-masing. Orihime tidak lagi menenun kain, sementara sapi-sapi Hikoboshi berkeliaran. Hal ini menyebabkan para dewa menjadi marah lalu memisahkan keduanya.
Orihime berusaha membujuk ayahnya. Tentei yang tersentuh oleh air mata Orihime lalu akhirnya mengizinkan keduanya untuk bertemu pada hari ketujuh bulan ketujuh, dengan syarat keduanya harus menuntaskan pekerjaan masing-masing. Dari mitos tersebut, salah satu pelajaran yang bisa kita ambil ialah kita tidak boleh menelantarkan tanggung jawab.
Pada hari Tanabata, orang Jepang kerap memasang dekorasi yang terdiri dari pohon bambu dengan hiasan kertas berwarna-warni berisi puisi pendek (Tanzaku), namun kini lebih banyak diisi permohonan.
Karena tanggal pelaksanaan Tanabata dihitung berdasarkan kalender kuno, tanggal pelaksanaan Tanabata saat ini berubah-ubah. Ada yang merayakan pada tanggal 7 Juli, ada pula yang merayakan tanggal 7 Agustus. Jika dihitung ke dalam kalender Gregorian, maka Festival Tanabata pada tahun 2017 akan jatuh pada tanggal 28 Agusuts 2017. Kota Sendai di Prefektur Tohoku merupakan salah satu kota yang merayakan Tanabata secara besar-besaran. Bahkan Perayaan Tanabata di Sendai telah dimulai sejak Era Sengoku, era di mana Date Masamune berkuasa.
Berdasarkan pemetaan rasi bintang, Orihime merujuk pada bintang Vega, sementara Hikoboshi merujuk pada bintang Altair.

Nah, selagi ada waktu, apakah kalian juga ingin memajang pohon bambu bertuliskan puisi ataupun permohonan pribadi?
Pasti salah satu keinginan kalian ialah menguasai bahasa Jepang dan pergi ke sana , bukan?
Tidak perlu menunggu seperti Orihime dan Hikoboshi, kalian bisa belajar bahasa Jepang dengan menyenangkan di Risshikan!
Jangan lewatkan juga promo diskon 30% untuk periode pertama, ya

Courtesy: https://matcha-jp.com/tw/428
http://www.sendaitanabata.com/

Ketsuekigata
Ketsuekigata

皆さん、こんにちは!

Pada tanggal 14 Juni ini, tepatnya tahun 1868 silam, seorang penemu terkenal bernama Karl Landsteiner lahir ke dunia.
Apa penemuannya?
Salah satu penemuan Landsteiner yang terpenting hingga kini ialah sistem golongan darah yang membagi golongan darah menjadi empat, yaitu golongan darah A, B, O, dan AB.
Penemuan ini sangat penting terutama dalam bidang kedokteran, tetapi apakah Kalian tahu bahwa orang-orang Asia Timur, khususnya orang Jepang dan Korea memiliki kepercayaan bahwa golongan darah tersebut juga berdampak pada sifat seseorang?
Golongan darah dalam bahasa Jepang disebut juga 血液型 (‘ketsuekigata’). Teori bahwa setiap golongan darah memilik sifat masing-masing salah satunya dipopulerkan pada era 1970-an oleh Nomi Masahiko, jurnalis.
Berbagai buku ditulis untuk menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah dengan kepribadian seseorang, tetapi hingga kini belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung di antara keduanya. Namun hal tersebut tidak membendung minat tinggi terhadap ramalan akan golongan darah.
Kegemaran orang Jepang terhadap golongan darah dapat disamakan dengan kegemaran terhadap ramalan bintang.
Secara umum, orang golongan darah A kabarnya memiliki sifat jujur, bertanggung jawab, sabar, tetapi memiliki kekurangan yaitu keras kepala, kaku, dan pesimis. Orang golongan darah B dikatakan memiliki kelebihan antara lain bersemangat tinggi, kreatif, fleksibel, ceria, tetapi juga cenderung pelupa, egois, dan pemalas. Orang bergolongan darah O disebut sebagai orang yang yang memiliki kepercayaan diri, ambisius, kompetitif, tetapi di sisi lain juga memiliki sifat dingin, agresif, pencemburu. Terakhir, orang bergolongan darah AB dipercayai memiliki sifat rasional, berkepala dingin, mudah beradaptasi, dan cerdas, namun mereka juga juga dipercayai sebagai pribadi yang pendendam, bermuka dua.

Walaupun setengah main-main, golongan darah sering dijadikan sebagai bahan obrolan dalam acara keakraban maupun kontak jodoh. Kepopuleran teori sifat golongan darah ini kemudian dituangkan dalam bentuk webcomic Korea dengan judul A Simple Thinking About Blood Type (혈액형에 관한 간단한 고찰) yang kemudian diadaptasi menjadi anime oleh Jepang dengan judul Ketsuekigata-kun. Uniknya, para pengisi suara karakter anime ini disesuaikan dengan golongan darah masing-masing.

皆さんは血液型占いについてどう思いますか。Apakah sifat-sifat kalian sesuai dengan gambaran sifat golongan darah di atas?

Lemon Aika

皆さん、こんにちは!

Sore ini, Sensei ingin berbagi cerita mengenai salah seorang penyair terkenal Jepang.
Beliau bernama Takamura Koutarou (高村光太郎). Selain penyair, Beliau juga merupakan pemahat. Takamura Koutarou lahir di Tokyo pada tanggal 13 Maret 1883.
Karyanya yang terkenal ialah sebuah kumpulan puisi berjudul Chiekoshou (智恵子抄), yang secara umum dan dapat diartikan “pilihan dari Chieko”. Chieko sendiri merupakan nama dari istri Takamura Koutarou yang meninggal pada tahun 1938.
Kumpulan puisi ini berisi puisi-puisi yang menceritakan Chieko, pahat kayu, serta bagian-bagian dari kehidupan Takamura Koutarou.
Chiekoshou sudah diterjemahkan pula ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dengan judul Chieko’s Sky dan Chieko’s Poem.
Takamura Chieko sendiri merupakan seorang pelukis cat minyak dan aktif dalam gerakan awal feminis. Chieko divonis menderita gejala awal schizrophenia tetapi meninggal akibat penyakit tuberculosis.

Berikut ini merupakan salah satu puisi mengenai Chieko yang juga termasuk dalam Chiekoshou, yaitu “Lemon Aika”
レモン哀歌
そんなにもあなたはレモンを待ってゐた
かなしく白いあかるい死の床で
私の手からとつた一つのレモンを
あなたのきれいな歯ががりりと噛んだ
トパアズいろの香気が立つ
その数滴の天のものなるレモンの汁は
ぱつとあなたの意識を正常にした
あなたの青く澄んだ眼がかすかに笑ふ
わたしの手を握るあなたの力の健康さよ
あなたの喉に嵐はあるが
かういふ命の瀬戸ぎはに
智恵子はもとの智恵子となり
生涯の愛を一瞬にかたむけた
それからひと時
昔 山巓でしたやうな深呼吸を一つして
あなたの機関はそれなり止まつた
写真の前に挿した桜の花かげに
すずしく光るレモンを今日も置かう

Courtesy: http://home.ix.netcom.com/~kya…/…/_Jpoet/Takamura_Kotaro.htm
https://blogs.yahoo.co.jp/dmmbr714/35385209.html

Minadzuki
Minadzuki

皆さん、こんにちは! 😀

Tidak terasa, Kita sudah memasuki bulan Juni ya
Apakah Kalian tahu apa bahasa Jepang dari ‘bulan Juni’?
Dalam bahasa Jepang, ‘bulan Juni’ disebut ‘roku-gatsu’ (六月/6月). Secara harfiah, bisa diartikan sebagai ‘bulan enam’. Dulunya, bulan enam juga disebut ‘Minadzuki’ (水無月)dalam penanggalan kuno Jepang. Uniknya, ‘Minadzuki’ dapat diartikan sebagai ‘bulan tanpa air’, padahal pada bulan Juni, Jepang sedang memasuki ‘tsuyu’, yaitu masa turunnya hujan selama beberapa hari yang menandai peralihan dari musim semi ke musim hujan. Dengan kata lain, padahal seharusnya di bulan Juni ada banyak air, tetapi mengapa disebut ‘Minadzuki’?

Ada beberapa penjelasan mengenai hal tersebut. Salah satunya ialah, air hujan yang turun selama tsuyu ditampung oleh petani untuk mengairi sawah sehingga tidak ada air yang tersisa. Penjelasan lain yang ditawarkan ialah pendapat bahwa ada sedikit pergeseran waktu antara penerapan sistem penanggalan Gregorian yang menggunakan sistem solar dan penanggalan kuno Jepang yang menggunakan sistem lunar (太陰暦 ‘taiinreki’). Karenanya, bulan yang disebut ‘Minadzuki’ pada zaman dahulu dan sekarang sedikit berbeda. Diperkirakan, bulan ‘Minadzuki’ pada zaman dahulu jatuh sekitar bulan Juli-Agustus dalam kalender Gregorian. Pada bulan-bulan ini, Tsuyu sudah berakhir, digantikan dengan matahari yang bersinar terik, yang konon menguapkan air. Oleh karena itu, bulan enam pada zaman dahulu disebut ‘Minadzuki’.
Nah, Jepang sebagai negara yang kebudayaannya sangat dipengaruhi oleh musim, tentunya juga memiliki agenda tersendiri di bulan Juni ini. Salah satunya ialah ‘Koromogae’ (衣替え), yaitu pergantian pakaian, terutama seragam, dari seragam musim dingin ke seragam musim panas.
Selain itu, pada hari Minggu pertama di bulan Juni, ada hari peringatan yang unik di Jepang, yaitu Hari Lamaran (プロポーズの日). Hari ini muncul terkait dengan mitos bahwa bulan Juni merupakan bulan yang baik untuk menikah,

Wah, menarik ya.
Semoga bulan Juni dan akhir pekan kalian menyenangkan
良い週末を…
Courtesy: http://todays-twowords.com/minatsuki/

Koji Suzuki
Koji Suzuki

皆さん、こんにちは

Jika kalian penggemar film horor, kalian pasti pernah mendengar judul film ini, “Ring”.
Jangankan penggemar film horor, justru mungkin kalian yang tidak begitu suka juga tahu film horor legendaris yang sudah dibuat remake-nya oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan ini.
Tidak ketinggalan pula, sosok hantu wanita yang khas, Sadako.
Namun apakah kalian tahu, bahwa film “Ring” sebenarnya merupakan adaptasi dari novel horor berjudul sama?
Nah, siapakah sosok yang melahirkan hantu legendaris Sadako ini?
Beliau adalah Suzuki Koji (鈴木光司), novelis horor dari Jepang. Beliau lahir pada tanggal 13 Mei 1957 di Hamamatsu, Shizuoka. Beliau lulus dari Universitas Keio jurusan Bahasa Perancis.
Karya debut dari Suzuki-sensei ialah novel berjudul Rakuen (楽園 ‘Paradise’)yang diterbitkan oleh Kadokawa pada tahun 1990. Menariknya, karya debutnya ini bukanlah cerita horor, melainkan cerita romansa fantasi. Rakuen mendapat penghargaan dari Japan Fantasy Novel Award (日本ファンタジーノベル大賞 ‘Nihon Fantajii Noberu Taishou’) di tahun yang sama.

Pada tahun 1996, Suzuki-sensei kembali menerima penghargaan dari Yoshikawa Eiji Prize for New Writer (吉川英治文学新人賞 ‘Yoshikawa Eiji Bungaku Shinjin-Shou’)untuk karyanya yang berjudul Spiral (らせん ‘rasen’). Buku ini merupakan buku kedua dari trilogi Ring.
Tidak hanya di Jepang,Suzuki-sensei juga pernah menerima penghargaan internasional dari Shirley Jackson Award pada tahun 2009 untuk novelnya yang berjudul Edge.
Selain menulis, Suzuki-sensei juga memiliki lisensi kelas satu untuk mengendarai yacht. Meskipun berdomisili di Tokyo, Suzuki-sensei sangat menyukai travelling.
Ketenaran karya Suzuki Koji-sensei dalam genre horor membuatnya dijuluki sebagai “Stephen King of Japan”.
Apakah kalian tertarik untuk membaca karya Suzuki-sensei? 🙂

Courtesy: https://www.harpercollins.co.uk/cr-101344/koji-suzuki

Golden Week
Golden Week

皆さん、こんにちは!

GW, Golden Week(ゴールデンウィーク), apakah kalian sering mendengar atau membaca kata itu belakangan ini?
Di Jepang, sekitar akhir bulan April (tanggal 29) hingga minggu pertama bulan Mei, ada sebuah liburan panjang, terutama bagi para pekerja, yang disebut Golden Week.
Pada awalnya, pada masa-masa tanggal tersebut, ada beberapa hari libur nasional. Antara lain Hari Shouwa/昭和の日 (29 April), Hari Peringatan Konstitusi Jepang/憲法記念日 (3 Mei), Hari Hijau/みどりの日 (4 Mei), dan Hari Anak/こどもの日 (5 Mei).
Golden Week bisa dikatakan sebagai musim libur terpanjang, terutama bagi para pekerja. Apa yang biasanya dilakukan oleh orang Jepang pada saat GW? Tidak jauh berbeda dari orang Indonesia di kala liburan panjang, kebanyakan mereka akan pergi bertamasya ke tempat-tempat pariwisata. Penginapan kerap sudah di-booking dari jauh-jauh hari. Tidak hanya wisata dalam negeri, wisata ke luar negeri pun cukup digemari, walaupun biasanya masih tetap tidak begitu jauh dari Jepang juga.
皆さんは、日本にいたらGWのとき何をしますか。
Selain berkhayal, bagaimana kalau juga belajar bahasa Jepang bersama Risshikan?

Courtesy: http://kerokero-info.com/what_today_cale…/what-today-0503-1/
http://official-blog.line.me/ja/archives/26099151.html

Ashikaga Bakufu
Ashikaga Bakufu

皆さんこんにちは!

Bagi kalian peminat Jepang, apakah kalian pernah mendengar kata ‘bakufu’?
Bakufu (幕府)merujuk pada sistem pemerintahan diktator militer. Mungkin kalian sudah pernah mendengar sebelumnya, bahwa ada pemisahan kekuasaan terhadap kaisar. Nah, dalam pemerintahan Bakufu, pimpinan pemerintahan tertinggi disebut ‘shogun’ (将軍). Dalam sejarah Jepang, tercatat ada tiga Bakufu yang berkuasa, yaitu Kamakura Bakufu, Ashikaga Bakufu, dan terakhir Tokugawa Bakufu.
Ashikaga Bakufu (足利幕府) berkuasa pada tahun 1338 hingga 1573. Masa ini disebut juga Muromachi Bakufu (室町幕府) karena pusat pemerintahan pada saat itu ialah wilayah Muromachi, Kyoto. DIbandingkan dengan klan lain yang menjalankan bakufu, klan Ashikaga merupakan klan terlemah. Pemerintahan pada saat itu sangat bergantung pada kerjasama dari para daimyou(大名)atau tuan tanah yang berkuasa di bawah shogun. Hal ini kemudian lambat laun memicu pemberontakan para daimyou yang ingin memperluas wilayah hingga mereka saling berperang satu sama lain. Setelah Ashikaga Bakufu runtuh, Jepang memasuki Sengoku Jidai yang diisi berbagai peperangan.
Setelahnya, muncul klan Tokugawa yang dipimpin oleh Tokugawa Ieyasu yang naik dan memulai Tokugawa Bakufu.
Meskipun dari segi militer dan politik Ashikaga Bakufu tidak begitu kuat, peninggalan kebudayaan dari periode Muromachi ini masih terasa hingga sekarang. Salah satunya ialah seni upacara minum teh, yang disebut juga chanoyu (茶の湯)atau sadou/chadou(茶道). Zen dari agama Buddha juga mengalami perkembangan pesat pada masa ini.
Apakah ada peninggalan lain dari Ashikaga Bakufu yang kalian tahu?

Courtesy: https://www.thoughtco.com/the-ashikaga-shogunate-195287
https://www.britannica.com/biography/Ashikaga-Takauji