Twitter response:

Artikel

Minadzuki
Minadzuki

皆さん、こんにちは! 😀

Tidak terasa, Kita sudah memasuki bulan Juni ya
Apakah Kalian tahu apa bahasa Jepang dari ‘bulan Juni’?
Dalam bahasa Jepang, ‘bulan Juni’ disebut ‘roku-gatsu’ (六月/6月). Secara harfiah, bisa diartikan sebagai ‘bulan enam’. Dulunya, bulan enam juga disebut ‘Minadzuki’ (水無月)dalam penanggalan kuno Jepang. Uniknya, ‘Minadzuki’ dapat diartikan sebagai ‘bulan tanpa air’, padahal pada bulan Juni, Jepang sedang memasuki ‘tsuyu’, yaitu masa turunnya hujan selama beberapa hari yang menandai peralihan dari musim semi ke musim hujan. Dengan kata lain, padahal seharusnya di bulan Juni ada banyak air, tetapi mengapa disebut ‘Minadzuki’?

Ada beberapa penjelasan mengenai hal tersebut. Salah satunya ialah, air hujan yang turun selama tsuyu ditampung oleh petani untuk mengairi sawah sehingga tidak ada air yang tersisa. Penjelasan lain yang ditawarkan ialah pendapat bahwa ada sedikit pergeseran waktu antara penerapan sistem penanggalan Gregorian yang menggunakan sistem solar dan penanggalan kuno Jepang yang menggunakan sistem lunar (太陰暦 ‘taiinreki’). Karenanya, bulan yang disebut ‘Minadzuki’ pada zaman dahulu dan sekarang sedikit berbeda. Diperkirakan, bulan ‘Minadzuki’ pada zaman dahulu jatuh sekitar bulan Juli-Agustus dalam kalender Gregorian. Pada bulan-bulan ini, Tsuyu sudah berakhir, digantikan dengan matahari yang bersinar terik, yang konon menguapkan air. Oleh karena itu, bulan enam pada zaman dahulu disebut ‘Minadzuki’.
Nah, Jepang sebagai negara yang kebudayaannya sangat dipengaruhi oleh musim, tentunya juga memiliki agenda tersendiri di bulan Juni ini. Salah satunya ialah ‘Koromogae’ (衣替え), yaitu pergantian pakaian, terutama seragam, dari seragam musim dingin ke seragam musim panas.
Selain itu, pada hari Minggu pertama di bulan Juni, ada hari peringatan yang unik di Jepang, yaitu Hari Lamaran (プロポーズの日). Hari ini muncul terkait dengan mitos bahwa bulan Juni merupakan bulan yang baik untuk menikah,

Wah, menarik ya.
Semoga bulan Juni dan akhir pekan kalian menyenangkan
良い週末を…
Courtesy: http://todays-twowords.com/minatsuki/

Koji Suzuki
Koji Suzuki

皆さん、こんにちは

Jika kalian penggemar film horor, kalian pasti pernah mendengar judul film ini, “Ring”.
Jangankan penggemar film horor, justru mungkin kalian yang tidak begitu suka juga tahu film horor legendaris yang sudah dibuat remake-nya oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan ini.
Tidak ketinggalan pula, sosok hantu wanita yang khas, Sadako.
Namun apakah kalian tahu, bahwa film “Ring” sebenarnya merupakan adaptasi dari novel horor berjudul sama?
Nah, siapakah sosok yang melahirkan hantu legendaris Sadako ini?
Beliau adalah Suzuki Koji (鈴木光司), novelis horor dari Jepang. Beliau lahir pada tanggal 13 Mei 1957 di Hamamatsu, Shizuoka. Beliau lulus dari Universitas Keio jurusan Bahasa Perancis.
Karya debut dari Suzuki-sensei ialah novel berjudul Rakuen (楽園 ‘Paradise’)yang diterbitkan oleh Kadokawa pada tahun 1990. Menariknya, karya debutnya ini bukanlah cerita horor, melainkan cerita romansa fantasi. Rakuen mendapat penghargaan dari Japan Fantasy Novel Award (日本ファンタジーノベル大賞 ‘Nihon Fantajii Noberu Taishou’) di tahun yang sama.

Pada tahun 1996, Suzuki-sensei kembali menerima penghargaan dari Yoshikawa Eiji Prize for New Writer (吉川英治文学新人賞 ‘Yoshikawa Eiji Bungaku Shinjin-Shou’)untuk karyanya yang berjudul Spiral (らせん ‘rasen’). Buku ini merupakan buku kedua dari trilogi Ring.
Tidak hanya di Jepang,Suzuki-sensei juga pernah menerima penghargaan internasional dari Shirley Jackson Award pada tahun 2009 untuk novelnya yang berjudul Edge.
Selain menulis, Suzuki-sensei juga memiliki lisensi kelas satu untuk mengendarai yacht. Meskipun berdomisili di Tokyo, Suzuki-sensei sangat menyukai travelling.
Ketenaran karya Suzuki Koji-sensei dalam genre horor membuatnya dijuluki sebagai “Stephen King of Japan”.
Apakah kalian tertarik untuk membaca karya Suzuki-sensei? 🙂

Courtesy: https://www.harpercollins.co.uk/cr-101344/koji-suzuki

Golden Week
Golden Week

皆さん、こんにちは!

GW, Golden Week(ゴールデンウィーク), apakah kalian sering mendengar atau membaca kata itu belakangan ini?
Di Jepang, sekitar akhir bulan April (tanggal 29) hingga minggu pertama bulan Mei, ada sebuah liburan panjang, terutama bagi para pekerja, yang disebut Golden Week.
Pada awalnya, pada masa-masa tanggal tersebut, ada beberapa hari libur nasional. Antara lain Hari Shouwa/昭和の日 (29 April), Hari Peringatan Konstitusi Jepang/憲法記念日 (3 Mei), Hari Hijau/みどりの日 (4 Mei), dan Hari Anak/こどもの日 (5 Mei).
Golden Week bisa dikatakan sebagai musim libur terpanjang, terutama bagi para pekerja. Apa yang biasanya dilakukan oleh orang Jepang pada saat GW? Tidak jauh berbeda dari orang Indonesia di kala liburan panjang, kebanyakan mereka akan pergi bertamasya ke tempat-tempat pariwisata. Penginapan kerap sudah di-booking dari jauh-jauh hari. Tidak hanya wisata dalam negeri, wisata ke luar negeri pun cukup digemari, walaupun biasanya masih tetap tidak begitu jauh dari Jepang juga.
皆さんは、日本にいたらGWのとき何をしますか。
Selain berkhayal, bagaimana kalau juga belajar bahasa Jepang bersama Risshikan?

Courtesy: http://kerokero-info.com/what_today_cale…/what-today-0503-1/
http://official-blog.line.me/ja/archives/26099151.html

Ashikaga Bakufu
Ashikaga Bakufu

皆さんこんにちは!

Bagi kalian peminat Jepang, apakah kalian pernah mendengar kata ‘bakufu’?
Bakufu (幕府)merujuk pada sistem pemerintahan diktator militer. Mungkin kalian sudah pernah mendengar sebelumnya, bahwa ada pemisahan kekuasaan terhadap kaisar. Nah, dalam pemerintahan Bakufu, pimpinan pemerintahan tertinggi disebut ‘shogun’ (将軍). Dalam sejarah Jepang, tercatat ada tiga Bakufu yang berkuasa, yaitu Kamakura Bakufu, Ashikaga Bakufu, dan terakhir Tokugawa Bakufu.
Ashikaga Bakufu (足利幕府) berkuasa pada tahun 1338 hingga 1573. Masa ini disebut juga Muromachi Bakufu (室町幕府) karena pusat pemerintahan pada saat itu ialah wilayah Muromachi, Kyoto. DIbandingkan dengan klan lain yang menjalankan bakufu, klan Ashikaga merupakan klan terlemah. Pemerintahan pada saat itu sangat bergantung pada kerjasama dari para daimyou(大名)atau tuan tanah yang berkuasa di bawah shogun. Hal ini kemudian lambat laun memicu pemberontakan para daimyou yang ingin memperluas wilayah hingga mereka saling berperang satu sama lain. Setelah Ashikaga Bakufu runtuh, Jepang memasuki Sengoku Jidai yang diisi berbagai peperangan.
Setelahnya, muncul klan Tokugawa yang dipimpin oleh Tokugawa Ieyasu yang naik dan memulai Tokugawa Bakufu.
Meskipun dari segi militer dan politik Ashikaga Bakufu tidak begitu kuat, peninggalan kebudayaan dari periode Muromachi ini masih terasa hingga sekarang. Salah satunya ialah seni upacara minum teh, yang disebut juga chanoyu (茶の湯)atau sadou/chadou(茶道). Zen dari agama Buddha juga mengalami perkembangan pesat pada masa ini.
Apakah ada peninggalan lain dari Ashikaga Bakufu yang kalian tahu?

Courtesy: https://www.thoughtco.com/the-ashikaga-shogunate-195287
https://www.britannica.com/biography/Ashikaga-Takauji

Seikinyoubi
Seikinyoubi

皆さん、こんにちは!
今週の金曜日は何の日か知っていますか。
それは「聖金曜日」と言います。

Apakah kalian tahu hari Jumat ini itu disebut hari apa?
Jumat, 14 April 2017 ini merupakan hari Jumat Agung, disebut juga 「聖金曜日」(‘seikinyoubi’).
Hari Jumat Agung ini merupakan salah satu dari rangkaian perayaan Pekan Suci, atau dalam bahasa Jepang disebut 聖週間(’seishuukan’). Pekan ini diawali dengan perayaan Minggu Palma (枝の主日), diikuti dengan Kamis Putih (聖木曜日), Jumat Agung, Sabtu Suci(聖土曜日), lalu ditutup dengan perayaan Minggu Paskah (復活の主日).
Agama Kristen dalam bahasa Jepang disebut キリスト教 (kirisuto kyou). 1% dari penduduk Jepang mengaku sebagai penganut agama Kristen, sementara sekitar 4% dari total penganut berada di Prefektur Nagasaki. Di Nagasaki sendiri ada beberapa bangunan gereja terkenal, termasuk salah satunya yang terdaftar dalam Harta Negara (国宝), yaitu Katedral Oura.

Meskipun jumlah pemeluk agama Kristen tidak banyak di Jepang, Jumat Agung tetap diadakan di Jepang. Bila pada perayaan lain umumnya mereka mengadakan misa, pada hari Jumat Agung ini, orang Jepang tidak mengadakan misa, tetapi mereka mengadakan semacam upacara pembukaan kain yang menyelubungi salib, pembacaan ayat dari Alkitab, penghormatan terhadap salib, serta doa Bapa Kami.
Inti dari perayaan Jumat Agung ialah peringatan akan pengorbanan Yesus Kristus yang mati disalib untuk menebus dosa umat manusia.

Courtesy: http://www.shimizu-catholic.jp/top-message-130209.html
http://travel.at-nagasaki.jp/en/what-to-see/8/

Kimi no Nawa
Kimi no Nawa

皆さん、こんにちは!
『君の名は。』というアニメーション映画を見たことがありますか。

Apakah kalian pernah menonton film animasi berjudul Kimi no Na wa?
Film animasi ini pertama kali dirilis di Jepang pada tanggal 26 Agustus 2016. Sejak sebelum penayangannya, Kimi no Na wa.(『君の名は。』) ini telah ditunggu-tunggu dan menjadi bahan perbincangan di antara pecinta anime. Banyak orang menunggu-nunggu seperti apa karya terbaru dari sutradara terkenal Shinkai Makoto, yang terutama terkenal akan keindahan visual dari anime yang disutradarainya. Kimi no Na wa. ini sendiri menceritakan sepasang anak laki-laki dan perempuan remaja yang secara tidak sengaja bertukar tubuh. Mereka kemudian harus menyesuaikan diri dan menjalankan hidup masing-masing yang saling bertolak belakang. Taki ialah remaja laki-laki yang hidup di tengah kota besar dengan segala kemajuannya, sementara Mitsuha merupakan remaja perempuan yang dibesarkan oleh neneknya di pelosok desa, sambil menjalankan berbagai tradisi Shinto.

Menurut wawancara dengan Shinkai Makoto, salah satu inspirasi Beliau ialah sebuah puisi klasik Jepang, yang ditulis oleh seorang perempuan bangsawan bernama Ono Komachi. Ono Komachi merupakan satu dari enam penyair jenius pada periode Heian, sekitar pertengahan abad ke-9. Ono Komachi juga dikenal sebagai salah satu wanita tercantik, hingga nama “Komachi” sendiri kini identitk dengan “wanita cantik”.
Nah, puisi karya Ono Komachi yang menginspirasi Shinkai Makoto menceritakan seorang perempuan yang jatuh cinta dengan sosok lelaki yang muncul dalam mimpinya.

Berikut puisi karya Ono Komachi seperti ketika ia ditulis pada era saat itu:
思ひつつ寝ればや人の見えつらむ 夢と知りせば覚めざらましを
Jika ditulis dalam hiragana:
おもひつつぬればやひとのみえつらむ ゆめとしりせばさめざらましを

Courtesy: http://manapedia.jp/text/1722
http://www.kiminona.com/interview/01shinkai.html
http://www.shinkaiworks.com/profile

Toriyama Akira
Toriyama Akira

皆さん、こんにちは。
今日は4月5日ですが、ある大人気の漫画家の誕生日ですよ!

Apakah kalian tahu bahwa pada hari ini, 5 April, ada seorang mangaka terkenal yang berulang tahun?
Apakah kalian pernah mendengar Toriyama Akira?
Toriyama Akira (鳥山明)lahir pada tanggal 5 April 1955 di Nagoya, Jepang.
Karya Toriyama-sensei yang paling terkenal ialah Dr. Slump dan Dragon Ball. Keduanya sudah diadaptasi menjadi serial animasi dan juga pernah ditayangkan di Indonesia!
Dr. Slump juga membuat Toriyama-sensei menerima penghargaan Shogakukan Manga Award (小学館漫画賞)pada tahun 1981 untuk katergori Shounen dan Shoujo. Lalu Toriyama-sensei juga membuat karya legendaris lainnya yang masih tenar hingga saat ini: Dragon Ball!
Toriyama-sensei tidak hanya berkarya di dunia manga saja. Goresan penanya dapat kita temui dalam desain karakter game seperti serial game Dragon Quest, Blue Dragon, Chrono Trigger, dan lain-lain.
Apakah ada dari kalian yang juga ingin menjadi mangaka? Ingin pergi ke Jepang dan masuk sekolah mangaka di sana?
Kalian bisa persiapan terlebih dahulu dengan belajar bahasa Jepang di Risshikan.
Sekarang juga ada diskon 30% untuk periode baru lho bagi para pendaftar!
Segera mendaftar ya!

Courtesy: http://www.famousbirthdays.com/people/akira-toriyama.html
minitokyo.net

Ame ni mo Makezu
Ame ni mo Makezu

Di tengah cuaca yang panas, mendung, hujan, tidak menentu yang melanda selama beberapa terakhir ini, Sensei ingin membagikan sebuah puisi terkenal dari Jepang, karya Miyazawa Kenji, yang berjudul “Ame ni mo Makezu”. Kurang-lebih, bisa diartikan “Takkan Kalah oleh Hujan”.

さぁ、一緒に読みましょう!
「雨にもまけず
風にもまけず
雪にも夏の暑さにもまけぬ
丈夫なからだをもち
慾はなく
決して瞋らず
いつもしずかにわらっている
一日に玄米四合と
味噌と少しの野菜をたべ
あらゆることを
じぶんをかんじょうにいれずに
よくみききしわかり
そしてわすれず
野原の松の林の蔭の
小さな萱ぶきの小屋にいて
東に病気のこどもあれば
行って看病してやり
西につかれた母あれば
行ってその稲の束を負い
南に死にそうな人あれば
行ってこわがらなくてもいいといい
北にけんかやそしょうがあれば
つまらないからやめろといい
ひでりのときはなみだをながし
さむさのなつはおろおろあるき
みんなにでくのぼうとよばれ
ほめられもせず
くにもされず
そういうものに
わたしはなりたい」

Sebenarnya puisi ini ditulis sebagian besar dengan menggunakan huruf katakana karena pada masa puisi ini ditulis, huruf katakana lebih umum digunakan.
Puisi “Ame ni mo Makezu” dianggap sebagai salah satu puisi terbaik karya Miyazawa Kenji.
Kurang lebih, puisi ini berisi gambaran hidup yang ingin dicapai oleh sang penulis, yaitu menjadi pribadi yang kuat, tegar, suka menolong, dan tetap sederhana. Menariknya lagi, puisi ini ditulis ketika sang penulis, Miyazawa Kenji, tengah menghadapi penyakit pneumonia, sebelum akhirnya Beliau meninggal beberapa saat kemudian.
Puisi “Ame ni mo Makezu” ditemukan dalam buku catatannya setelah beliau meninggal dan melejitkan nama Miyazawa Kenji sebagai seorang penyair hingga masa kini. Tidak hanya di antara orang-orang Jepang, puisi ini juga diterjemahkan ke bahasa lain. Misalnya dalam bahasa Inggris, puisi ini dapat diterjemahkan menjadi “What’s a Little Rain?”, “Be not Defeated by Rain”, “Unbeaten by the Rain”, dan lain sebagainya.

Courtesy: https://nirc.nanzan-u.ac.jp/nfile/4132
http://www.kenji-world.net/english/download/works/Rain.html
http://tomoanthology.blogspot.co.id/…/kenji-miyazawas-poem-…
http://apjjf.org/-Roger-Pulvers/2907/article.html

Mimi no Hi
Mimi no Hi

皆さん、こんにちは!
Apakah kalian ingat sekarang tanggal berapa?
Yap! Tanggal 3 Maret!

Mungkin sudah banyak di antara kalian yang mendengar bahwa di Jepang, tanggal 3 Maret merupakan perayaan hari anak perempuan, atau disebut juga “Hina Matsuri”. Namun apakah kalian juga tahu, bahwa tanggal 3 Maret juga disebut “Hari Telinga”?
Tanggal 3 Maret dalam bahasa Jepang ditulis 「3月3日). Tampak ada angka 3 berjejer, bukan? Ada banyak variasi cara membaca angka 3 ini. Salah satunya ialah dibaca “mi” sehingga angka 「3月3日」menimbulkan cara baca “mimi”. Sementara itu, “mimi” sendiri merupakan bahasa Jepang dari “telinga”.
Nah, menurut Oto-Rhino-Laryngological Society of Japan (一般社団法人 日本耳鼻咽喉科学会), Hari Telinga ini dicetuskan pada awalnya sebagai bentuk upaya mereka untuk membantu para tuna rungu dan orang-orang yang mengalami kesulitan pendengaran hidup di tengah masyarakat. Kini tidak terbatas pada hal tersebut juga, Oto-Rhino-Laryngological Society of Japan juga mengingatkan orang-orang yang memiliki telinga sehat untuk mensyukuri anugerah yang mereka terima, pentingnya menjaga kesehatan telinga, serta memberikan edukasi mengenai beragam penyakit telinga.
Salah satunya bisa dilihat dari poster Hello Kitty berikut yang berisi ajakan untuk merawat telinga kita.

Courtesy: http://www.jibika.or.jp/citizens/miminohi/mimi.html

Mori Ogai
Mori Ogai

Pada hari ini, tanggal 17 Februari, kira-kira 155 tahun yang lalu, lahir ke dunia seorang bayi laki-laki yang kelak menjadi salah seorang sastrawan Jepang yang multitalenta. Siapakah ia?

Orang ini ialah Mori Ougai (森鷗外). Ia lahir di Prefektur Shimane dengan nama Mori Ryoutarou dalam sebuah keluarga dokter. Setelah lulus pada tahun 1881 dari Fakultas Kedokteran Universitas Tokyo, Mori Ougai berkerja sebagai dokter tentara. Kemudian, ia dikirim ke Jerman untuk belajar, dan di sanalah mulai muncul ketertarikan terhadap kesusastraan Eropa.
Setelah kembali dari Jepang, ia mulai menulis jurnal medis, kemudian ia juga mencoba untuk membangkitkan kembali kesusastraan Jepang, salah satunya dengan menerjemahkan karya-karya Goethe, Schiller, Hans Christian Andersen, dan lain-lain. Mori Ougai merupakan salah satu peletak dasar kritik Sastra Jepang modern.
Mori Ougai juga menuliskan karya sastranya sendiri, walaupun jumlahnya tidak begitu banyak. Karyanya yang paling terkenal ialah Vita Sexualis, Maihime (The Dancing Princess), dan Gan (diterjemahkan menjadi Wild Goose).
Tentunya jarang ada seorang dokter yang berkecimpung dalam dunia sastra. Bahkan ketenaran Mori Ougai dan pentingnya kiprah Beliau di dunia sastra membuatnya ditampilkan sebagai salah satu tokoh dalam serial manga dan anime Bungou Stray Dogs

Bagaimana menurut kalian?
皆さん、どう思いますか。
Courtesy: http://www.ndl.go.jp/portrait/e/datas/342.html?c=25
http://bungo-stray-dogs.jp/character/?character=mori-ougai