Twitter response:

Hina Matsuri

Tahukah kalian, pada tanggal cantik hari ini, tanggal 3 bulan 3, ada perayaan apakah di Jepang?
.
.
.
Perayaan Hina-matsuri!
Hina-matsuri (雛祭り) atau disebut juga Festival Boneka, ialah perayaan khusus untuk anak perempuan di Jepang yang dirayakan pada tanggal 3 Maret. Pada awalnya, Hina-matsuri dirayakan setiap tanggal 3 bulan 3 menurut penanggalan lama, namun sejak Jepang menerapkan sistem kalender Gregorian, diputuskan Hina-matsuri dirayakan setiap tanggal 3 Maret.
Hina-matsuri disebut juga Momo no Sekku (桃の節句) atau Festival Persik, karena pada zaman dahulu, pohon persik mulai berbunga pada masa perayaan ini.
Apa sih tujuan dilakukannya Hina-matsuri?
Pada awalnya Hina-matsuri merupakan salah satu ritual penyucian diri dari hal-hal buruk, sekaligus ritual pencegahan bencana dengan memindahkan bencana tadi dari anak perempuan ke boneka. Kini Hina-matsuri diadakan sebagai bentuk doa dan harapan dari keluarga agar anak perempuan mereka dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari hal-hal buruk.
Nah, sesuai namanya, selama Hina-matsuri, keluarga beranak perempuan di Jepang kerap memasang satu set boneka yang mengenakan pakaian tradisional dari Periode Heian. Karena boneka ini mahal, biasanya boneka yang dipajak ialah boneka turun-menurun yang diwariskan dari ibu ke anak perempuan. Satu set boneka Hina terdiri dari Odairi-sama (Kaisar) dan Ohina-sama (Putri), dua boneka menteri, lima boneka musisi, 3 boneka dayang, serta miniatur bunga, peralatan minum teh, dan lain sebagainya. Namun dengan alasan tidak adanya ruangan, ada pula keluarga yang kini hanya memajang boneka Odairi-sama dan Ohina-sama saja.
Apa yang dilakukan selama Hina-matsuri? Biasanya perayaan ini hanya diikuti oleh perempuan saja. Pada saat Hina-matsuri, tentunya ada makanan-makanan khas yang disantap. Antara lain chirashizushi (nasi cuka yang disajikan dengan irisan telur, daging salmon mentah, udang, dan lain-lain di atasnya), hishi mochi (kue beras bewarna-warni), hina-arare (kue beras berbentuk bola-bola kecil), ushiojiru (sup bening dengan kerang), serta amazake (minuman fermentasi dari beras).
Mempersiapkan pajangan boneka Hina biasanya memakan waktu beberapa hari sebelum perayaan berlangsung, namun setelah Hina-matsuri berakhir, boneka harus segera dibereskan. Menurut kepercayaan orang Jepang, terlambat menyimpan kembali boneka hina akan membuat si anak perempuan terlambat menikah. 😮
Namun jika dipikrkan kembali secara logis, setelah Hina-matsuri, Jepang biasanya akan dilanda cuaca lembab dan badai selama beberapa hari sehingga boneka Hina harus segera disimpan agar tidak rusak dan dapat dipajang kembali pada tahun berikutnya. 😁
Waah, menarik ya!

Leave a comment