Twitter response:

Month: March 2018

Hote Matsuri
Hote Matsuri

「帆手祭」について聞いたことがありますか。

Jepang merupakan salah satu negara yang kerap mengadakan festival, baik secara nasional maupun secara lokal. Ada sebuah festival lokal yang diadakan setiap tanggal 10 Maret. Festival apakah itu?
Festival ini disebut “Hote Matsuri”. Festival ini diadakan di kota Shiogama, Prefektur Miyagi, bagian utara Pulau Honshu. Meskipun tidak begitu besar, Festival Hote ini telah diadakan sejak sekitar 300 tahun lalu. Atraksi utama dari Hote Matsuri ialah aremikoshi, perarakan mikoshi (kuil Shinto kecil yang dapat dipanggul) seberat satu ton oleh enam belas pria muda yang mengenakan pakaian putih. Iya, satu ton! Menariknya lagi, mikoshi yang diarak ini merupakan mikoshi yang sama sejak Hote Matsuri ini diadakan ratusan tahun lalu.
Aremikoshi yang diadakan pada Hote Matsuri berbeda dari perarakan mikoshi yang sering diadakan saat musim panas. Perarakan dilakukan dengan cara menuruni tangga batu yang curam di Kuil Shiogama. Tangga batu ini terdiri dari 202 anak tangga. Para pria pemanggul mikoshi harus bekerja sama dan berhati-hati karena salah langkah sedikit saja akan menimbulkan bahaya bagi rekan-rekannya yang lain.
Tangga batu ini disebut Omotezaka sementara Aremikoshi dapat disaksian dua kali, yaitu pada pukul 11.30 ketika mikoshi diarak menuruni tangga, serta pada pukul 20.00 ketika mikoshi diarak menaiki tangga kembali ke kuil.
Konon, Hote Matsuri ini diadakan sebagai bentuk doa kepada para dewa agar kota Shiogama terhindar dari bencana dan niat jahat, terutama yang berhubungan dengan api. Hote Matsuri ini awalnya juga diadakan pasca terjadinya kebakaran besar di kota Shiogama pada tahun 1682.

Hina Matsuri
Hina Matsuri

Tahukah kalian, pada tanggal cantik hari ini, tanggal 3 bulan 3, ada perayaan apakah di Jepang?
.
.
.
Perayaan Hina-matsuri!
Hina-matsuri (雛祭り) atau disebut juga Festival Boneka, ialah perayaan khusus untuk anak perempuan di Jepang yang dirayakan pada tanggal 3 Maret. Pada awalnya, Hina-matsuri dirayakan setiap tanggal 3 bulan 3 menurut penanggalan lama, namun sejak Jepang menerapkan sistem kalender Gregorian, diputuskan Hina-matsuri dirayakan setiap tanggal 3 Maret.
Hina-matsuri disebut juga Momo no Sekku (桃の節句) atau Festival Persik, karena pada zaman dahulu, pohon persik mulai berbunga pada masa perayaan ini.
Apa sih tujuan dilakukannya Hina-matsuri?
Pada awalnya Hina-matsuri merupakan salah satu ritual penyucian diri dari hal-hal buruk, sekaligus ritual pencegahan bencana dengan memindahkan bencana tadi dari anak perempuan ke boneka. Kini Hina-matsuri diadakan sebagai bentuk doa dan harapan dari keluarga agar anak perempuan mereka dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari hal-hal buruk.
Nah, sesuai namanya, selama Hina-matsuri, keluarga beranak perempuan di Jepang kerap memasang satu set boneka yang mengenakan pakaian tradisional dari Periode Heian. Karena boneka ini mahal, biasanya boneka yang dipajak ialah boneka turun-menurun yang diwariskan dari ibu ke anak perempuan. Satu set boneka Hina terdiri dari Odairi-sama (Kaisar) dan Ohina-sama (Putri), dua boneka menteri, lima boneka musisi, 3 boneka dayang, serta miniatur bunga, peralatan minum teh, dan lain sebagainya. Namun dengan alasan tidak adanya ruangan, ada pula keluarga yang kini hanya memajang boneka Odairi-sama dan Ohina-sama saja.
Apa yang dilakukan selama Hina-matsuri? Biasanya perayaan ini hanya diikuti oleh perempuan saja. Pada saat Hina-matsuri, tentunya ada makanan-makanan khas yang disantap. Antara lain chirashizushi (nasi cuka yang disajikan dengan irisan telur, daging salmon mentah, udang, dan lain-lain di atasnya), hishi mochi (kue beras bewarna-warni), hina-arare (kue beras berbentuk bola-bola kecil), ushiojiru (sup bening dengan kerang), serta amazake (minuman fermentasi dari beras).
Mempersiapkan pajangan boneka Hina biasanya memakan waktu beberapa hari sebelum perayaan berlangsung, namun setelah Hina-matsuri berakhir, boneka harus segera dibereskan. Menurut kepercayaan orang Jepang, terlambat menyimpan kembali boneka hina akan membuat si anak perempuan terlambat menikah. 😮
Namun jika dipikrkan kembali secara logis, setelah Hina-matsuri, Jepang biasanya akan dilanda cuaca lembab dan badai selama beberapa hari sehingga boneka Hina harus segera disimpan agar tidak rusak dan dapat dipajang kembali pada tahun berikutnya. 😁
Waah, menarik ya!