Twitter response:

Month: June 2017

Ketsuekigata
Ketsuekigata

皆さん、こんにちは!

Pada tanggal 14 Juni ini, tepatnya tahun 1868 silam, seorang penemu terkenal bernama Karl Landsteiner lahir ke dunia.
Apa penemuannya?
Salah satu penemuan Landsteiner yang terpenting hingga kini ialah sistem golongan darah yang membagi golongan darah menjadi empat, yaitu golongan darah A, B, O, dan AB.
Penemuan ini sangat penting terutama dalam bidang kedokteran, tetapi apakah Kalian tahu bahwa orang-orang Asia Timur, khususnya orang Jepang dan Korea memiliki kepercayaan bahwa golongan darah tersebut juga berdampak pada sifat seseorang?
Golongan darah dalam bahasa Jepang disebut juga 血液型 (‘ketsuekigata’). Teori bahwa setiap golongan darah memilik sifat masing-masing salah satunya dipopulerkan pada era 1970-an oleh Nomi Masahiko, jurnalis.
Berbagai buku ditulis untuk menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah dengan kepribadian seseorang, tetapi hingga kini belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung di antara keduanya. Namun hal tersebut tidak membendung minat tinggi terhadap ramalan akan golongan darah.
Kegemaran orang Jepang terhadap golongan darah dapat disamakan dengan kegemaran terhadap ramalan bintang.
Secara umum, orang golongan darah A kabarnya memiliki sifat jujur, bertanggung jawab, sabar, tetapi memiliki kekurangan yaitu keras kepala, kaku, dan pesimis. Orang golongan darah B dikatakan memiliki kelebihan antara lain bersemangat tinggi, kreatif, fleksibel, ceria, tetapi juga cenderung pelupa, egois, dan pemalas. Orang bergolongan darah O disebut sebagai orang yang yang memiliki kepercayaan diri, ambisius, kompetitif, tetapi di sisi lain juga memiliki sifat dingin, agresif, pencemburu. Terakhir, orang bergolongan darah AB dipercayai memiliki sifat rasional, berkepala dingin, mudah beradaptasi, dan cerdas, namun mereka juga juga dipercayai sebagai pribadi yang pendendam, bermuka dua.

Walaupun setengah main-main, golongan darah sering dijadikan sebagai bahan obrolan dalam acara keakraban maupun kontak jodoh. Kepopuleran teori sifat golongan darah ini kemudian dituangkan dalam bentuk webcomic Korea dengan judul A Simple Thinking About Blood Type (혈액형에 관한 간단한 고찰) yang kemudian diadaptasi menjadi anime oleh Jepang dengan judul Ketsuekigata-kun. Uniknya, para pengisi suara karakter anime ini disesuaikan dengan golongan darah masing-masing.

皆さんは血液型占いについてどう思いますか。Apakah sifat-sifat kalian sesuai dengan gambaran sifat golongan darah di atas?

Lemon Aika

皆さん、こんにちは!

Sore ini, Sensei ingin berbagi cerita mengenai salah seorang penyair terkenal Jepang.
Beliau bernama Takamura Koutarou (高村光太郎). Selain penyair, Beliau juga merupakan pemahat. Takamura Koutarou lahir di Tokyo pada tanggal 13 Maret 1883.
Karyanya yang terkenal ialah sebuah kumpulan puisi berjudul Chiekoshou (智恵子抄), yang secara umum dan dapat diartikan “pilihan dari Chieko”. Chieko sendiri merupakan nama dari istri Takamura Koutarou yang meninggal pada tahun 1938.
Kumpulan puisi ini berisi puisi-puisi yang menceritakan Chieko, pahat kayu, serta bagian-bagian dari kehidupan Takamura Koutarou.
Chiekoshou sudah diterjemahkan pula ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dengan judul Chieko’s Sky dan Chieko’s Poem.
Takamura Chieko sendiri merupakan seorang pelukis cat minyak dan aktif dalam gerakan awal feminis. Chieko divonis menderita gejala awal schizrophenia tetapi meninggal akibat penyakit tuberculosis.

Berikut ini merupakan salah satu puisi mengenai Chieko yang juga termasuk dalam Chiekoshou, yaitu “Lemon Aika”
レモン哀歌
そんなにもあなたはレモンを待ってゐた
かなしく白いあかるい死の床で
私の手からとつた一つのレモンを
あなたのきれいな歯ががりりと噛んだ
トパアズいろの香気が立つ
その数滴の天のものなるレモンの汁は
ぱつとあなたの意識を正常にした
あなたの青く澄んだ眼がかすかに笑ふ
わたしの手を握るあなたの力の健康さよ
あなたの喉に嵐はあるが
かういふ命の瀬戸ぎはに
智恵子はもとの智恵子となり
生涯の愛を一瞬にかたむけた
それからひと時
昔 山巓でしたやうな深呼吸を一つして
あなたの機関はそれなり止まつた
写真の前に挿した桜の花かげに
すずしく光るレモンを今日も置かう

Courtesy: http://home.ix.netcom.com/~kya…/…/_Jpoet/Takamura_Kotaro.htm
https://blogs.yahoo.co.jp/dmmbr714/35385209.html

Minadzuki
Minadzuki

皆さん、こんにちは! ?

Tidak terasa, Kita sudah memasuki bulan Juni ya
Apakah Kalian tahu apa bahasa Jepang dari ‘bulan Juni’?
Dalam bahasa Jepang, ‘bulan Juni’ disebut ‘roku-gatsu’ (六月/6月). Secara harfiah, bisa diartikan sebagai ‘bulan enam’. Dulunya, bulan enam juga disebut ‘Minadzuki’ (水無月)dalam penanggalan kuno Jepang. Uniknya, ‘Minadzuki’ dapat diartikan sebagai ‘bulan tanpa air’, padahal pada bulan Juni, Jepang sedang memasuki ‘tsuyu’, yaitu masa turunnya hujan selama beberapa hari yang menandai peralihan dari musim semi ke musim hujan. Dengan kata lain, padahal seharusnya di bulan Juni ada banyak air, tetapi mengapa disebut ‘Minadzuki’?

Ada beberapa penjelasan mengenai hal tersebut. Salah satunya ialah, air hujan yang turun selama tsuyu ditampung oleh petani untuk mengairi sawah sehingga tidak ada air yang tersisa. Penjelasan lain yang ditawarkan ialah pendapat bahwa ada sedikit pergeseran waktu antara penerapan sistem penanggalan Gregorian yang menggunakan sistem solar dan penanggalan kuno Jepang yang menggunakan sistem lunar (太陰暦 ‘taiinreki’). Karenanya, bulan yang disebut ‘Minadzuki’ pada zaman dahulu dan sekarang sedikit berbeda. Diperkirakan, bulan ‘Minadzuki’ pada zaman dahulu jatuh sekitar bulan Juli-Agustus dalam kalender Gregorian. Pada bulan-bulan ini, Tsuyu sudah berakhir, digantikan dengan matahari yang bersinar terik, yang konon menguapkan air. Oleh karena itu, bulan enam pada zaman dahulu disebut ‘Minadzuki’.
Nah, Jepang sebagai negara yang kebudayaannya sangat dipengaruhi oleh musim, tentunya juga memiliki agenda tersendiri di bulan Juni ini. Salah satunya ialah ‘Koromogae’ (衣替え), yaitu pergantian pakaian, terutama seragam, dari seragam musim dingin ke seragam musim panas.
Selain itu, pada hari Minggu pertama di bulan Juni, ada hari peringatan yang unik di Jepang, yaitu Hari Lamaran (プロポーズの日). Hari ini muncul terkait dengan mitos bahwa bulan Juni merupakan bulan yang baik untuk menikah,

Wah, menarik ya.
Semoga bulan Juni dan akhir pekan kalian menyenangkan
良い週末を…
Courtesy: http://todays-twowords.com/minatsuki/